GERCEP! PEMERINTAH DESA PENUKTUKAN SUDAH MULAI MELAKUKAN FOGGING UNTUK MENEKAN PENYEBARAN DBD Musim penghujan sudah dimulai sejak dari beberapa bulan yang lalu. Curah hujan yang tinggi membuat banyak genangan air. Genangan air ini biasanya sangat disukai oleh nyamuk untuk bersarang. Terutama nyamuk Aedes yang sering mengakibatkan DBD setelah mereka menggigit manusia. Nyamuk Aedes Aegepti dan Aedes Albopictus betina merupakan nyamuk yang membawa virus Dengue. Namun, tidak semua nyamuk Aedes membawa virus Dengue yang menyebabkan manusia terserang penyakit DBD. Gejala utamanya adalah demam, ruam, serta nyeri otot dan sendi. Pada kasus yang lebih parah terjadi pendarahan hebat dan syok, yang dapat menyebabkan kematian. Orang yang terinfeksi virus ini untuk kedua kalinya memiliki resiko yang jauh lebih besar terserang penyakit parah. Akibat sangat berbahayanya penyakit DBD ini, Pemerintah Desa Penuktukan dengan gencar melakukan fogging guna menekan penyebaran nyamuk Aedes yang m...
Anak-anak SD Negeri 3 Penuktukan juga mampu bersaing dalam lomba dibidang non akademik. Salah satunya olahraga tolak peluru. Olahraga tolak peluru tahun 2017 mampu maju ketingkat kabupaten. Namun sayangnya saat itu terjadi kejadian yang tidak diduga. Guru dan siswa yang ikut bertarung dikejuaraan tingkat kabupaten Nyoman Ariasa, S.Pd dan Dwi mengalami kecelakaan saat menuju ketempat lomba. Dimana saat itu, Dwi mengalami luka lecet dan Nyoman Ariasa juga mengalami luka serta lebam dikaki. Akhirnya mereka kembali ke sekolah dan gagal mengikuti lomba tersebut. Itulah sepenggal cerita dari sekolah di desa Penuktukan. SD Negeri 3 Penuktukan.
Komentar
Posting Komentar