Menekan Penyebaran DBD dengan Fogging

 GERCEP! PEMERINTAH DESA PENUKTUKAN SUDAH MULAI MELAKUKAN FOGGING UNTUK MENEKAN PENYEBARAN DBD



Musim penghujan sudah dimulai sejak dari beberapa bulan yang lalu. Curah hujan yang tinggi membuat banyak genangan air. Genangan air ini biasanya sangat disukai oleh nyamuk untuk bersarang. Terutama nyamuk Aedes yang sering mengakibatkan DBD setelah mereka menggigit manusia. 

Nyamuk Aedes Aegepti dan Aedes Albopictus betina merupakan nyamuk yang membawa virus Dengue. Namun, tidak semua nyamuk Aedes membawa virus Dengue yang menyebabkan manusia terserang penyakit DBD. Gejala utamanya adalah demam, ruam, serta nyeri otot dan sendi. Pada kasus yang lebih parah terjadi pendarahan hebat dan syok, yang dapat menyebabkan kematian. Orang yang terinfeksi virus ini untuk kedua kalinya memiliki resiko yang jauh lebih besar terserang penyakit parah.



Akibat sangat berbahayanya penyakit DBD ini, Pemerintah Desa Penuktukan dengan gencar melakukan fogging guna menekan penyebaran nyamuk Aedes yang membawa virus Dengue. Mengingat ditahun-tahun sebelumnnya banyak masyarakat yang terserang DBD, terutama anak-anak.

Selain itu, masyarakat pun diharapkan ikut aktif untuk menekan penyebaran DBD. Masyarakat diminta untuk tetap melaksanakan program 3 M Plus. Program 3 M Plus yaitu menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas, plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Tolak Peluru